Sejak
saya memutuskan untuk beralih profesi dari mak mak kantoran menjadi mak
mak FTM, saya keranjingan serial sitkom 'Friends With Better Life' dan
drama 'Mistresses' di salah satu channel TV kabel.
![]() |
| MISTRESSES |
FRIENDS WITH BETTER LIFE |
'FRIENDS WITH BETTER LIFE' (FWBL) menceritakan enam orang sahabat dengan berbagai marital status terdiri dari 1 pasangan berstatus married dengan 1 anak ; 1 pasangan berstatus engaged ; 1 orang berstatus divorced dan 1 orang berstatus really single . Sedangkan MISTRESSES (MT) menceritakan empat orang sahabat juga dengan berbagai marital status yaitu 1 orang berstatus divorced karena adanya perselingkuhan, 1 orang berstatus single mother karena ditinggal selama-lamanya oleh suaminya, 2 orang berstatus really single. Dan layaknya 'film cewek' lainnya, kebanyakan temanya tidak jauh-jauh dari masalah cinta.
Yang menarik di sini adalah walaupun para wanita dan pria single itu sudah 'cukup umur' untuk menikah, mereka masih nyaman saja dengan kehidupan mereka dan tidak terburu-buru menemukan soulmatenya. Dan mereka akan nyaman dengan pertanyaan "Are you happy with him / her ?" yang dilontarkan teman-temannya ketika mereka sedang menjalin hubungan. Dan jawaban yang diberikan merupakan kepastian apakah ia tetap akan meneruskan atau mempertahankan hubungan tersebut. Yang saya perhatikan di film-film bule, pertanyaan tersebut tidak hanya dilontarkan kepada orang yang sedang berpacaran saja tapi juga terhadap pasangan yang sudah bertunangan bahkan terhadap pasangan suami istri. Saya tidak tahu apakah pertanyaan itu memang muncul dalam kehidupan nyata para bule di sana atau tidak, karena memang saya tidak pernah bertempat tinggal di luar negeri atau banyak berteman dengan 'bule'. Dengan asumsi bahwa biasanya suatu film merupakan refleksi dari kehidupan nyata, maka saya anggap pertanyaan itu benar-benar sering dilontarkan dalam kehidupan nyata. Dan bagi orang yang dilontarkan pertanyaan tersebut, seperti yang saya lihat di film-film 'bule', biasanya akan menjawab dengan tegas YES / NO...atau bila dia ragu-ragu, dalam waktu beberapa menit akan dijawab juga. Terus terang bila saya, saat ini, diberi pertanyaan "Are you happy with him ?", saya tidak akan bisa menjawabnya.
Saya pertamakali berkenalan dengan suami 5 tahun lalu melalui
perkenalan (bukan perjodohan) yang disengaja ( ibu mertua dan ibu saya
adalah teman semasa kuliah ). Mudahlah ditebak, umur kami berdua faktor
utamanya. Setahun kemudian kami memutuskan menikah. Tentulah dalam
setahun itu kami belum banyak mengenal pribadi masing-masing apalagi
menjalani proses pacaran karena kami disibukkan dengan pekerjaan
masing-masing, apalagi saya juga sedang dalam pengerjaan tesis. Terus
terang, suami saya yang sekarang bukanlah pria idaman saya. Dia adalah
tipe pria yang cenderung pendiam sedangkan pria idaman saya, salah satu
kriterianya mempunyai sifat humoris atau dengan kata lain dapat membuat
saya tertawa. Pada umur 20-an saya pasti akan memilih pria sesuai
kriteria saya dan bila ada pertanyaan "Are you happy with him ?" maka
saya akan menjawab YES. Namun dengan seiring bertambahnya faktor usia
dan tentu saja desakan dari pihak keluarga, seperti lazimnya para wanita
single, maka penemuan pria idaman itu sudah tidak dilakukan lagi.
Mungkin saya juga sudah menyadari bahwa pria yang dapat mencapai semua
kriteria saya, sangatlah sulit ditemukan.
Empat tahun
sudah kami menjalani kehidupan pernikahan, sudah cukup banyak kami
mengalami susah senangnya kehidupan perkawinan. Seperti layaknya
pasangan suami istri lainnya, rutinitas yang dijalankan adalah bekerja,
mengurus anak, mengurus rumah tangga, merencakan masa depan, dan
lain-lain. Dan karena kami tidak benar-benar mengalami masa pacaran,
maka kami jarang sekali mengenang masa-masa dulu karena memang tidak
banyak momen yang bisa kami kenang dan yang bisa kami tertawakan. Maka
dapat dikatakan saya 'jarang' tertawa ditambah suami yang cenderung
pendiam. Saya menonton di salah satu episode FWBL, si wanita single yang
baru saja gagal menjalin hubungan, dengan wajah sedih, melontarkan
pertanyaan retoris kepada temannya, " How If I never meet someone? ".
Waktu itu saya berpikir mengapa dia merasa sedih seperti itu, toh dia
mempunyai karir yang bagus, finansial yang lebih dari cukup, dan dia
mempunyai waktu untuk melakukan hal-hal yang dia inginkan untuk
membahagiakan dirinya sendiri. Tidak seperti saya, yang harus
mengorbankan karir,impian,finansial bahkan harga diri untuk keluarga.
Tapi saya teringat kata-kata dari film JERRY MAGUIRE, ketika Jerry
Maguire ( Tom Cruise ) berusaha memperbaiki hubungan dengan istrinya
lagi (Renee Zellweger)....ia mengatakan ' I Love You...You Complete Me '...., saya sangat mensyukuri pertemuan dengan suami saya. Bila tidak bertemu dengannya, mungkin saya
tidak dapat menyelesaikan S2 saya secepatnya...tidak bisa berbagi
kebahagiaan ketika berhasil dalam pekerjaan ataupun ketika mengalami
hal-hal yang luar biasa....tidak bisa berbagi kesedihan ketika sedang
mengalami masalah.... tidak bisa berbagi opini dan ilmu....tidak bisa
kuat berdiri ketika ayah saya dipanggil Allah SWT .....dan tentu saja tidak dianugerahi seorang putri yang
cantik..... Jadi bila ada yang bertanya, "Are you happy with him ?",
saya akan menjawab, " No, he doesn't make me happy....HE just
COMPLETE ME.".....( mungkin itu sebabnya saya sangat menyukai film Jerry
Maguire )....
| JERRY MAGUIRE |
Dedicated to
my husband and my princess
ALWAYS LOVE U
Jakarta 11 Maret 2015
by Cynthia Indri KD

No comments:
Post a Comment