Sunday, 6 December 2015

Keragaman dan Perbedaan itu..... SEJUTA RASA

     Seperti kebanyakan orang, saya mempunyai sahabat saat di Sekolah Dasar, SMP, SMA (oops, ketahuan deh..hehee) dan saat kuliah. Namun yang menarik adalah sahabat-sahabat saya sejak SMA. Sejak? Yap, kami berenam masih saling kontak sampai sekarang. Persahabatan para cewek ini dimulai secara tidak sengaja karena tempat duduk kami berdekatan ketika kelas dua SMA. Dan sejak itu, kami berjanji untuk menjalin persahabatan sampai kapanpun. 
      Mungkin banyak yang bertanya, apa menariknya? dimana keistimewaannya? Hmmm, yang istimewa dari persahabatan kami yaitu dari keragaman budayanya dan perbedaan keyakinan di antara kami. Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan dengan penduduknya yang multikultural. Banyak pendatang dari luar kota dan luar daerah yang menetap dan akhirnya menjadi penduduk Jakarta. Sehingga bukan hal yang aneh bila dalam satu RT, warganya banyak yang berasal dari jawa, sumatera, kalimantan bahkan papua. Begitu pula dengan kami berenam. Walaupun semuanya dilahirkan dan besar di Jakarta, namun semua orang tua kami adalah pendatang dari daerah. Tiga diantara kami, termasuk saya, orang tuanya berasal dari jawa tengah, sedangkan tiga lainnya, orang tuanya ada yang berasal dari Jawa barat alias orang sunda, ada yang berasal dari Ambon dan ada yang berasal dari Sumatera utara alias orang Batak. Maka tak heran, bila kami berinteraksi, perbedaan dalam sikap dan pendapat jadi beragam dikarenakan kami dididik sesuai adat dan budaya orang tua masing-masing. Sebagai contoh, teman kami yang berasal dari sumatera utara alias orang batak, akan bersikap 'blak-blak'an bila berbicara maupun bila mengutarakan pendapatnya. Sedangkan yang berasal dari jawa tengah, akan bersikap lebih pendiam maupun bersikap 'unggah ungguh' dalam mengutarakan pendapatnya. Walaupun berbeda dalam bersikap, toh kami tetap berteman dan bersahabat dengan mengutamakan adanya saling pengertian di antara kami.
        Selain keragaman adat dan budaya di atas, kami juga mengalami perbedaan keyakinan. Tiga diantara kami (termasuk saya) adalah seorang muslim sedangkan tiga orang lainnya adalah seorang nasrani. Komposisi yang unik bukan? Maka itu saya katakan istimewa karena biasanya persahabatan saya terjalin mayoritas dengan orang-orang muslim. Tidak mengherankan memang karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Terus terang, saya tidak tahu apa yang akan diceritakan tentang perbedaan keyakinan ini. Karena memang kami tidak pernah satu kalipun mengangkat masalah ini apalagi mempertentangkannya. Kami sangat menghargai dan menghormati privacy dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Malahan kami saling mengingatkan agar menjalankan ibadah dengan baik dan benar. Misalnya, "Tuh ada musholla, lu shalat dulu deh." atau "kalau kita pergi jam segitu, lu kapan ke gerejanya?". 










         Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 18,306 pulau menurut wikipedia Indonesia. Dan bermacam-macam kebudayaan daerah (selengkapnya di sini) dan rumpun bahasa daerah (selengkapnya di sini) Karena itu, tidak bisa dipungkiri, penduduknya hidup dalam kemajemukan dan keanekaragaman. Akibatnya terjadi perbedaan pendapat, perbedaan visi maupun perbedaan sikap. Sebenarnya keanekaragaman itu sesuatu yang indah dan menimbulkan berjuta rasa. Mengapa saya mengatakan demikian ? Contohnya saja sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga. Taman itu tentu akan lebih indah bila ditanami berbagai jenis bunga dengan bermacam warnanya. Dan dengan keanekaragamannya, yang pasti akan menimbulkan rasa kagum, rasa sejuk, rasa romantis dan rasa-rasa lainnya bagi orang yang melihatnya. Negara ini pun dibangun dan diperjuangkan oleh kenaekaragaman suku,agama dan ras. Sebut saja Sukarno, Hatta, Cut Nyak Dien, Kartini, Pattimura (Thomas Matullesy),Untung Suropati,Soe Hok Gie, dan sebagainya.

        Berikut adalah tips untuk menjadikan suatu keanekaragaman menjadi sesuatu yang indah :
a. Fokus terhadap persamaannya, bukan perbedaannya
Bila kita berinteraksi dengan orang lain seperti bertetangga atau berteman pasti ada persamaan yang kita punya walaupun sekecil mungkin. Oleh karena itu fokuslah pada persamaan tersebut sehingga perbedaan yang ada tidak akan terlihat
b. Menanamkan rasa keyakinan pada diri sendiri bila tiap orang memiliki hak asasi
Dengan melakukan hal di atas, maka kita akan lebih dapat menerima bahwa tiap orang memiliki hak asasi juga seperti kita misalnya memilih agama sesuai keyakinannya, mengutarakan pendapatnya, dan sebagainya.
c.  Menumbuhkan rasa lebih untuk saling menghormati antar sesama
Dengan saling menghormati, kita akan lebih menghargai seseorang secara utuh termasuk pendiriannya,pendapatnya maupun sikapnya

         Jadi, bila keragaman dan perbedaan itu sesuatu yang indah seperti persahabatan saya ini, mengapa perbedaan dan keragaman tersebut harus diperdebatkan atau malah dihilangkan ?





No comments:

Post a Comment