Seperti
kebanyakan orang, saya mempunyai sahabat saat di Sekolah Dasar, SMP,
SMA (oops, ketahuan deh..hehee) dan saat kuliah. Namun yang menarik
adalah sahabat-sahabat saya sejak SMA. Sejak? Yap, kami berenam masih
saling kontak sampai sekarang. Persahabatan para cewek ini dimulai
secara tidak sengaja karena tempat duduk kami berdekatan ketika kelas
dua SMA. Dan sejak itu, kami berjanji untuk menjalin persahabatan sampai
kapanpun.
Mungkin banyak yang bertanya, apa menariknya? dimana
keistimewaannya? Hmmm, yang istimewa dari persahabatan kami yaitu dari
keragaman budayanya dan perbedaan keyakinan di antara kami. Jakarta
dikenal sebagai kota metropolitan dengan penduduknya yang multikultural.
Banyak pendatang dari luar kota dan luar daerah yang menetap dan
akhirnya menjadi penduduk Jakarta. Sehingga bukan hal yang aneh bila
dalam satu RT, warganya banyak yang berasal dari jawa, sumatera,
kalimantan bahkan papua. Begitu pula dengan kami berenam. Walaupun
semuanya dilahirkan dan besar di Jakarta, namun semua orang tua kami
adalah pendatang dari daerah. Tiga diantara kami, termasuk saya, orang
tuanya berasal dari jawa tengah, sedangkan tiga lainnya, orang tuanya
ada yang berasal dari Jawa barat alias orang sunda, ada yang berasal
dari Ambon dan ada yang berasal dari Sumatera utara alias orang Batak.
Maka tak heran, bila kami berinteraksi, perbedaan dalam sikap dan
pendapat jadi beragam dikarenakan kami dididik sesuai adat dan budaya
orang tua masing-masing. Sebagai contoh, teman kami yang berasal dari
sumatera utara alias orang batak, akan bersikap 'blak-blak'an bila
berbicara maupun bila mengutarakan pendapatnya. Sedangkan yang berasal
dari jawa tengah, akan bersikap lebih pendiam maupun bersikap 'unggah
ungguh' dalam mengutarakan pendapatnya. Walaupun berbeda dalam bersikap,
toh kami tetap berteman dan bersahabat dengan mengutamakan adanya
saling pengertian di antara kami.
Selain keragaman adat dan budaya di atas, kami juga mengalami
perbedaan keyakinan. Tiga diantara kami (termasuk saya) adalah seorang
muslim sedangkan tiga orang lainnya adalah seorang nasrani. Komposisi
yang unik bukan? Maka itu saya katakan istimewa karena biasanya
persahabatan saya terjalin mayoritas dengan orang-orang muslim. Tidak
mengherankan memang karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.
Terus terang, saya tidak tahu apa yang akan diceritakan tentang
perbedaan keyakinan ini. Karena memang kami tidak pernah satu kalipun
mengangkat masalah ini apalagi mempertentangkannya. Kami sangat
menghargai dan menghormati privacy dalam menjalankan ibadah sesuai
keyakinan masing-masing. Malahan kami saling mengingatkan agar
menjalankan ibadah dengan baik dan benar. Misalnya, "Tuh ada musholla,
lu shalat dulu deh." atau "kalau kita pergi jam segitu, lu kapan ke
gerejanya?".
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 18,306
pulau menurut wikipedia Indonesia. Dan bermacam-macam kebudayaan daerah
(selengkapnya di sini) dan rumpun bahasa daerah (selengkapnya di sini)
Karena itu, tidak bisa dipungkiri, penduduknya hidup dalam kemajemukan
dan keanekaragaman. Akibatnya terjadi perbedaan pendapat, perbedaan visi
maupun perbedaan sikap. Sebenarnya keanekaragaman itu sesuatu yang
indah dan menimbulkan berjuta rasa. Mengapa saya mengatakan demikian ?
Contohnya saja sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga. Taman itu tentu
akan lebih indah bila ditanami berbagai jenis bunga dengan bermacam
warnanya. Dan dengan keanekaragamannya, yang pasti akan menimbulkan rasa
kagum, rasa sejuk, rasa romantis dan rasa-rasa lainnya bagi orang yang
melihatnya. Negara ini pun dibangun dan diperjuangkan oleh
kenaekaragaman suku,agama dan ras. Sebut saja Sukarno, Hatta, Cut Nyak
Dien, Kartini, Pattimura (Thomas Matullesy),Untung Suropati,Soe Hok Gie, dan sebagainya.
Berikut adalah tips untuk menjadikan suatu keanekaragaman menjadi sesuatu yang indah :
a. Fokus terhadap persamaannya, bukan perbedaannya
Bila
kita berinteraksi dengan orang lain seperti bertetangga atau berteman
pasti ada persamaan yang kita punya walaupun sekecil mungkin. Oleh
karena itu fokuslah pada persamaan tersebut sehingga perbedaan yang ada
tidak akan terlihat
b. Menanamkan rasa keyakinan pada diri sendiri bila tiap orang memiliki hak asasi
Dengan
melakukan hal di atas, maka kita akan lebih dapat menerima bahwa tiap
orang memiliki hak asasi juga seperti kita misalnya memilih agama sesuai
keyakinannya, mengutarakan pendapatnya, dan sebagainya.
c. Menumbuhkan rasa lebih untuk saling menghormati antar sesama
Dengan saling menghormati, kita akan lebih menghargai seseorang secara utuh termasuk pendiriannya,pendapatnya maupun sikapnya
Jadi, bila keragaman dan perbedaan itu sesuatu yang indah
seperti persahabatan saya ini, mengapa perbedaan dan keragaman tersebut
harus diperdebatkan atau malah dihilangkan ?


No comments:
Post a Comment