Oleh : Cynthia Indri KD
Aku menapak di tanah basah
ketika hampir jatuh terpeleset
Sepasang tangan meraih
dan menggegamku erat
Aku menapak di tanah basah
ketika melompat-lompat menjangkau
mimpi
Sepasang tangan meraih
dan mengangkatku tinggi-tinggi
Aku menapak di tanah basah
ketika berjalan menuju masa depan
Sepasang tangan meraih
dan menggandengku pelan
Kini………….
Bekas tapak itu,
tertutup ranting-ranting tanaman
terkikis air hujan
tersamar bekas tapak kawan
terhapus oleh jaman
Tapi………….
Sisa tanahnya,
tetap tertinggal di sepatuku
Jakarta, 2 Mei 2004

No comments:
Post a Comment