Tuesday, 28 April 2015

EMANSIPASI JANGAN MENYALAHKAN KODRAT

       Walaupun sudah sedikit telat, saya berinsiatif sharing pendapat saya dalam memperingati Hari Kartini tanggal 21 April kemarin. Ini juga dikarenakan SD depan rumah saya sedang mengadakan acara 'Kartini-kartinian'..... *menunjukkan muka gak bersalah alias ngeles*
          Kita dihebohkan dengan adanya kasus ABG bernama Dinda yang menulis di path nya tentang kekesalannya terhadap ibu hamil yang meminta tempat duduknya di KRL yang tersebar di jejaring sosial...

"Benci sama ibu-ibu hamil yang tiba-tiba minta duduk. Ya gue tahu lw hamil tapi plis dong berangkat pagi. Ke stasiun yang jauh sekalian biar dapat duduk, gue aja enggak hamil bela-belain berangkat pagi demi dapat tempat duduk. Dasar emang enggak mau susah.. ckckck.. nyusahin orang. kalau enggak mau susah enggak usah kerja bu di rumah saja. mentang-mentang hamil maunya dingertiin terus. Tapi sendirinya enggak mau usaha.. cape dehh #notetomyselfjgnnyusahinorg!!" 

Dan mudah ditebak, Dinda mengalami cemoohan dan `bully`an dari banyak orang terutama di dunia maya. Dalam hal ini saya tidak akan men'judge' Dinda atau ibu hamil itu karena saya tidak tahu benar kejadian sebenarnya. Mungkin memang sifat Dinda yang kurang mempunyai empati terhadap orang lain atau memang ibu hamil tersebut yang mungkin sewenang-wenang memaksa Dinda untuk memberikan tempat duduknya sehingga membuat Dinda kesal berkepanjangan. 
Kasus Dinda merupakan satu dari kesekian ribu kasus yang terjadi di masyarakat terutama kota besar seperti Jakarta yang menuntut orang berpikiran 'Time is Money' Tidak mengherankan, banyak kita lihat ibu-ibu hamil berdesak-desakan di bis, KRL, angkot,  tanpa ada wanita lain atau pria yang memperhatikannya apalagi memberi tempat duduk misalnya. 
Teman saya pernah bercerita bahwa ketika dia hamil anak pertama, karena kecapekan seharian bekerja dan harus menempuh perjalanan yang cukup panjang ke rumahnya, dia akhirnya memilih duduk di tangga pintu masuk bis karena tidak ada yang memberikan tempat duduknya termasuk laki-laki di dekatnya. Padahal saat itu sudah jam 8 malam dan dalam keadaan hujan deras.
Dalam kasus Dinda, mungkin banyak wanita yang pernah merasakan 'hamil' akan berkata, 'Dia belum pernah hamil sih" atau "Ntar deh rasain kalau dia hamil."dan bla bla bla...Tapi bagaimana kalau pelakunya laki-laki seperti kejadian teman saya itu ? Komentarnya kemungkinan hanya, "Kok gitu sih...Gimana kalau istrinya, adek atau kakak perempuannya digituin...Sebel kan.",....dan gak akan berkomentar banyak karena laki-laki tidak akan pernah merasakan yang namanya hamil.....
                Saya tertarik dengan tulisan Dinda di path nya yaitu, " kalau enggak mau susah enggak usah kerja bu di rumah saja. mentang-mentang hamil maunya dingertiin terus." Hmmmmm......
Ketika kuliah, saya memilih jurusan teknik sipil yang kata orang 'dunianya cowok'. Dan ketika lulus pun, saya bekerja sesuai jurusan itu. Walaupun sudah agak biasa tapi tidak jarang laki-laki meng'underestimate' kemampuan wanita dalam bidang ini. Itu saya alami juga ketika hamil 36 minggu dan diharuskan melakukan inspeksi lapangan dan melakukan check list equipment di proyek seluas 5000 m2. Tentu saja saya harus mengelilingi proyek tersebut berkali-kali...wuaaa....kaki pegelnyaa...maka itu di tengah-tengah tugas, saya sering duduk di tempat-tempat yang bisa didudukin...hehee.
Banyak yang berempati seperti supplier saya (laki-laki), "Saya aja pegel, gimana ibu ya?"...tapi ada juga teman saya (laki-laki) yang berkomentar, "Cyn, lo masih mending...tuh ada Project Manager cewek yang naik-naik tangga untuk ngecek atap."....*mesem-mesem sambil berpikir supaya lain kali bawa pentungan biar cepet pentungin dia.*....
Alhamdulillah, tugas tersebut saya jalankan dengan lancar walaupun malamnya kaki saya harus dikasih balsem karena kram....huhuuuu...
           Sering kita mendengar, emansipasi wanita jangan menyalahi kodrat.....kebanyakan persepsi yang muncul adalah emansipasi yang dilakukan jangan melampaui kodratnya sebagai wanita. Misalnya wanita yang berkarir di luar rumah harus tetap memperhatikan keperluan dan kebutuhan suami dan anaknya karena kodrat wanita adalah sebagai tiang sebuah rumah tangga. Jadi kalau tiangnya gak kuat, tentu rumah tersebut akan roboh dan tidak berfungsi dengan baik. Tapi menurut saya, emansipasi juga jangan menyalahkan alias mengkambinghitamkan kodrat untuk mendapat perlakuan istimewa. Di dunia kerja, banyak wanita yang ingin disejajarkan dengan posisi pria karena merasa sanggup melakukan pekerjaan tersebut untuk mendapatkan gaji yang sama misalnya. Namun ketika tiba-tiba diharuskan melakukan pekerjaan yang agak berat atau ditugaskan ke luar kota, banyak yang menolak dengan alasan bahwa dia 'wanita'. Hmmm kayaknya gak etis banget ya...apalagi ada teman kantor (laki-laki) yang berkata, "emansipasi sih emansipasi...tapi giliran disuruh yang berat-berat, gak mau...." Wah, gak enak banget kan dengernya. Memang tidak seperti laki-laki, wanita mempunyai keterbatasan misalnya kekuatan fisiknya tidak sebesar pria. Namun begitu, kita tidak perlu mengkambinghitamkan hal tersebut untuk berkarya sama dengan pria. Kalau memang masih dalam batas sewajarnya alias masih dapat ditangani, tentu hal-hal yang menghalangi dapat kita cegah terlebih dahulu. Memilih bekerja di luar rumah atau memilih bekerja di dunia 'cowok' ya tentu kesehatan badan harus terjaga dengan baik, termasuk dalam keadaan hamil yang notabene merupakan kodrat wanita. Seperti melakukan istirahat yang cukup, makan makanan dengan asupan nutrisi yang baik, dan sebagainya. Dalam kasus Dinda di atas, mungkin si ibu hamil selain menjaga kesehatannya, juga harus lebih bisa memanajemen waktu misalnya berangkat lebih pagi. Banyak cara dari ZERO menjadi HERO seperti tulisan saya di sini. LIFE IS ALL ABOUT CHOICES....dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya kan....So women, seperti tag line film anak-anak Bob the Builder 'Yes..You Can',.... I know you can do it.....

           
          

4 comments:

  1. Aku tau berita ini, tahun lalu deh makk.. Udah lama.. Btw, apa cewe ini gak mikir nanti kedepannya dia juga akan hamil dan kurang lebih ya akan seperti ibu hamil pada umunya juga.. Ya, mungkin cewe ini masih alay makk,,

    Http://beautyasti1.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah mungkin mak...tp spt yg aku bilang sih di atas kl ga tau kejadiannya persis...ga tau siapa yg salah..tp byk jg sih ibu2 hamil yg mandiri kok cuma masalahnya kan dia berceritanya agak sedikit kasar...

      Delete
  2. emansipasi aslinya dari barat kan ya mak??nah konsep aslinya, ya memang keinginan untuk setara benar dengan laki2..tapi itu tadi perempuan tidak akan mampu melawan karakter alamiahnya yg telah diberikan Allah Swt. jd tidak perlu saya pikir mengadopsi emansipasi atau kesetaraan gender. lebih nyaman menjalani peran laki-laki dan perempuan sesuai aturan dari Sang Pencipta, lebih cocok gitu mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut aku sih mak..emansipasi sih di kehidupan nyata akan tetap memegang prinsip2 alamiah dr gender itu sendiri...cuma spt yg saya jelasin di atas, byk wanita yg ingin disejajarkan dgn pria namun menjadikan kodratnya sbg kambing hitam utk tidak menjalankan tugas or pekerjaannya dgn baik...jadi kesannya selfish...

      Delete