Saya dilahirkan di keluarga yang banyak orang bilang 'menomorsatukan pendidikan'. Karena itu saya cukup berprestasi di sekolah dan IPK S1 dan S2 juga cukup bagus. Sehingga saya menjadi orang yang sangat kompetitif. Saya selalu berpikiran "kalau orang lain bisa, kenapa saya gak bisa?".Setelah lulus, saya bekerja kantoran untuk membantu orang tua dan sebagai eksistensi diri. Namun setelah 12 tahun bekerja kantoran, saya memutuskan beralih profesi menjadi mak-mak rumahan untuk fokus mengurus putri saya.
Sejak saya memutuskan beralih profesi, teman-teman kantor saya pasti bertanya,"pindah kemana ?" atau berkomentar "pindah ke kompetitor ya?". Dan kalau saya menjawab "Di rumah aja,ngurus anak.", kadang ada yang menjawab,"Ah boong lu." Hadeeuhh, tepok jidat 5x.
Pertanyaan-pertanyaan serupa juga datang dari orang yang tidak saya kenal misalnya agen property, customer service bank bahkan supir taxi, yang acapkali bertanya, "kerja dimana mbak?" atau "kantornya dimana?". Hmmm saya cuma bisa tersenyum kecut sambil berkata, "Udah resign pak/bu, di rumah aja sekarang."
Terus terang saat ini saya seringkali merasa minder bila berpapasan dengan pegawai kantoran. Dan akan berpikir "kenapa dulu gue suka ngeluh capek, kesel setiap pulang kerja ya. Padahal kan enak dapet gaji, keliatan kece dan percaya diri." Namun setelah beberapa lama, akan berpikir lagi,"Dengan di rumah,saya bisa belajar buat blog dan website dan tentu saja bisa mengamati perkembangan putri saya detik per detik."
Rasa minder biasanya dikonotasikan secara negatif karena adanya rasa rendah diri serta kurangnya percaya diri dan pergaulan. Namun minder dalam kapasitas sewajarnya bisa membuat kita mengaca pada diri kita sendiri dan memandang positif kedua sisi yang berbeda. Biasanya kita minder karena terlalu memikirkan kelebihan orang lain. Tapi dengan adanya rasa minder, kita dapat menilai kelebihan kita sendiri dan bersyukur atas kelebihan tersebut. Percaya diri tanpa disertai rasa minder membuat seseorang menjadi keras kepala dan mengabaikan hal-hal positif di luar pendapat dan sikapnya.Dengan kata lain 'terlalu PD'.
Tips - tips untuk menjadikan rasa minder berubah menjadi hal yang positif :
a. Percayalah manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan
Tuhan maha adil. Dia menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan. Biasanya kita minder karena terlalu memikirkan kelebihan orang lain dan mengabaikan fakta bahwa orang lain juga mempunyai kekurangan juga. Dan percayalah, seperti yang lainnya, kita mempunyai kelebihan juga. Misalnya kita minder karena orang tersebut mempunyai harta lebih dari kita. Tapi apakah orang itu mempunyai pendidikan yang sama dengan kita yg bergelar sarjana teknik atau S2 misalnya.
b. Lakukan dan tingkatkan hal - hal positif sesuai kelebihan kita
Misalnya banyak orang meng'underestimate' bahwa ibu rumah tangga tidak dapat berkarya. Cobalah untuk belajar memasak dan mengasah kemampuan memasak. Dengan begitu, mungkin suatu saat nanti, bisa membuka warung makan atau catering.
Rasa minder mencegah kita supaya tidak terjerumus dalam kesombongan. Jadi, dengan menjadi #beranilebih minder, rasa syukur saya bertambah dan tetap percaya diri melakukan hal-hal yang saya anggap positif. Dan tentu saja menjadi lebih bahagia.
Nama : Cynthia Indri Kusuma Dewi
FB : Cynthia Indri
Twitter : cynindri

betul mba berani lebih minder maksudnya biar jangan terlalu sombong ya hehe...
ReplyDeleteiya mbak handriati
Deletekalau saya sudah mantap untuk resign dan di rumah aja. Minder sih enggak, cuma kadang suka kesel aja kalau ada yang menyayangkan keputusan saya untuk brenti kerja. Tapi, kalau sekarang, sih, cuek aja :D
ReplyDeletesaya jg gak nyesel resign mbak...cuma kadang kesel kl ada orang yg mlengos heheeee...
DeleteYang penting tetep berkarya ya mba, meskipun di dalam rumah
ReplyDeleteiya mbak..setuju...makanya bisa belajar bikin blog n website...dulu mah mana sempet...
DeleteJadi IRT kan luar biasa mbak. Lebih keren dari mereka yang kerja kantoran dan anaknya dititpin ke PRT atau babysister.
ReplyDeleteSaya sih gak berpihak pada satu sisi...jadi IRT maupun mak-mak kantoran sama baiknya...karena sama2 punya alasan masing2...cuma ya itu suka kesel ama yg mencibir...jd bikin minder kadang2....
DeleteAku kerja semuanya, Mak. Xixixi. Tapi gak pake minder. :v
ReplyDeleteMaksudnya mak anisa, jd pegawai sekaligus IRT??mnrt saya jadi IRT maupun pegawai kantoran sama2 baiknya..ada positif maupun negatifnya...
ReplyDeleteSaya IRT yang nyambi kerja Mak hihihi..*kok malah bahas IRT dan bekerja
ReplyDeleteitu pertentangan yg gak akan ada habisnya mbak...
ReplyDelete